167 Mahasantri Gowa Resmi Diwisuda, Bupati Husniah: Ilmu Al-Qur’an Harus Menjadi Cahaya Pengabdian di Tengah Masyarakat
Admin, Mitrasulsel.info
Juni, 17 2026
Gowa|Mitrasulsel.info|Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti prosesi wisuda 167 Mahasantri Kabupaten Gowa Tahun Akademik 2022/2023 yang berhasil menyelesaikan pendidikan pada Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa dalam membangun generasi Qurani melalui Program Mahasantri, sebuah program prioritas daerah yang bekerja sama dengan UIN Alauddin Makassar untuk mewujudkan satu desa dan kelurahan memiliki hafiz Al-Qur’an.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengaku bahagia dan bangga atas capaian para mahasantri. Menurutnya, kebahagiaan tersebut bukan semata karena para mahasiswa berhasil meraih gelar sarjana, tetapi karena ilmu yang mereka peroleh diharapkan dapat menjadi manfaat dan membawa perubahan positif bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, capaian ini menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten Gowa dan seluruh masyarakat. Namun, gelar dan ilmu yang diperoleh juga merupakan amanah yang harus diwujudkan melalui pengabdian nyata kepada masyarakat,” ujar Bupati Husniah.
Ia menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi penting dalam pembangunan daerah. Melalui Program Mahasantri yang telah berjalan sejak tahun 2022, Pemkab Gowa ingin melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai Al-Qur’an.
“Program ini bukan sekadar memberikan kesempatan meraih gelar sarjana. Kami ingin membentuk manusia yang utuh, yang mampu memahami makna Al-Qur’an, berpikir kritis, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.
Bupati Husniah juga berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati agar senantiasa menjaga adab, menghormati orang tua, terus belajar, dan tidak ragu kembali mengabdi di kampung halaman masing-masing.
“Masyarakat membutuhkan pemikiran, energi, dan kepedulian kalian. Jadilah sarjana yang mampu hadir di tengah masyarakat, mendengar persoalan mereka, dan bersama-sama memberikan solusi,” pesannya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, Prof. Muhaemin Latif, menyebut Program Mahasantri sebagai salah satu bentuk kolaborasi yang sangat membanggakan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Dari 167 mahasantri yang diwisuda, sebanyak 81,44 persen berhasil meraih predikat cumlaude. Tidak hanya itu, hampir seluruh mahasantri juga telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an.
“Ini merupakan aset berharga bagi Kabupaten Gowa. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat literasi Al-Qur’an di setiap desa dan kelurahan serta menjadi kekuatan besar dalam membangun masyarakat yang religius dan berilmu,” ungkapnya.
Salah satu mahasantri, Adzkiya Inas, yang juga menjadi lulusan terbaik di jurusannya dengan IPK 3,94 dan predikat cumlaude, mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa sampai di tahap ini. Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gowa yang telah menghadirkan Program Mahasantri sehingga kami bisa meraih gelar sarjana agama. Semoga ilmu yang kami peroleh dapat bermanfaat dan menjadi bagian dari pembangunan daerah,” tuturnya.(#)
Pewarta, Wahahyudin
Editor, Syam

