Warga Cor Jalan Sendiri, Pemerintah Dipertanyakan: Puluhan Tahun Jalan Poros Sapaya–Malino Rusak, Jangan Hanya Datang Ukur Lalu
Admin,Mitrasulsel.info
April, 04 2026
Gowa#Mitrasulsel.info# Kekecewaan masyarakat terhadap lambannya penanganan infrastruktur kembali terlihat di Kabupaten Gowa. Jalan poros Sapaya–Malino yang selama puluhan tahun mengalami kerusakan parah akhirnya diperbaiki secara swadaya oleh warga bersama para sopir yang setiap hari melintas di jalur tersebut.
Aksi gotong royong ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus respons atas kondisi jalan yang selama ini dinilai membahayakan pengguna. Sejumlah titik jalan berlubang dan rusak berat kerap menyebabkan kendaraan tersangkut, bahkan menghambat distribusi barang serta aktivitas masyarakat.
Perwakilan masyarakat, Andi Rahim, Kabiro Media Binkari Gowa, menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan tindakan nyata dari pemerintah, bukan sekadar survei lapangan tanpa tindak lanjut.
“Hari ini masyarakat dan sopir turun langsung memperbaiki jalan ini. Jangan sampai hanya datang ukur lalu hilang tanpa pekerjaan nyata. Yang dibutuhkan masyarakat adalah bukti, bukan janji,” tegasnya.
Perbaikan dilakukan melalui pengecoran jalan secara mandiri dengan dana swadaya masyarakat dan partisipasi para sopir. Mereka bahu-membahu demi menjaga akses utama yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas warga di wilayah tersebut.
Jalan poros Sapaya–Malino memiliki peranan penting karena menjadi jalur utama kendaraan umum, angkutan logistik, hingga akses pendidikan bagi para pelajar menuju Sapaya dan Pondok Pesantren Ibnul Amin.
Kerusakan jalan yang terus berlangsung bertahun-tahun dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat, terutama pelajar dan pengendara roda dua yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Dalam kegiatan perbaikan itu turut hadir tokoh masyarakat setempat, antara lain Ahmad Tahir, S.Pd selaku Ketua LPM, Muh. Zuhal, S.IP, serta jajaran RW dan RT Lingkungan Batupute yang bersama-sama mengawal aksi sosial tersebut.
Masyarakat menilai pemerintah sebenarnya telah mengetahui kondisi jalan tersebut karena sebelumnya sudah dilakukan pengukuran oleh pihak terkait. Namun hingga kini belum ada realisasi pembangunan yang dirasakan warga.
“Kalau sudah diukur berarti masalahnya sudah diketahui. Sekarang masyarakat menunggu keseriusan pemerintah untuk bekerja, karena jalan ini menyangkut keselamatan banyak orang,” ujar salah seorang warga.
Aksi swadaya ini menjadi gambaran nyata bahwa masyarakat tidak tinggal diam menghadapi persoalan daerahnya. Namun di sisi lain, langkah tersebut juga menjadi kritik terbuka terhadap lambannya penanganan kebutuhan dasar masyarakat.
Kini warga berharap pemerintah segera hadir dengan solusi konkret, agar jalan poros Sapaya–Malino tidak lagi menjadi simbol janji yang berulang tanpa penyelesaian.(#)
Pewarta, Rahim
Editor, Syam

