Semangat Assamaturu Menggema, Dinkes Takalar Perkuat Garda Terdepan Lawan TBC
Admin, Mitrasulsel.info
Juni, 10 2026
Takalar#Mitrasulsel.info#Semangat kebersamaan atau Assamaturu kembali digaungkan Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar melalui kegiatan Refreshing Kader dan Duta Assamaturu sebagai upaya memperkuat langkah penanggulangan Tuberkulosis (TBC) menuju target Takalar Bebas TBC pada tahun 2030.
Kegiatan yang berlangsung penuh antusias ini diikuti para Duta Assamaturu yang terdiri atas tenaga kesehatan dan kader kesehatan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Takalar. Mereka mendapatkan pembekalan serta penyegaran pengetahuan terkait pencegahan, penemuan kasus, hingga pendampingan pengobatan pasien TBC.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, dr. Nilal Fauziah, M.Kes, mengatakan bahwa kader dan Duta Assamaturu memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam memutus rantai penyebaran TBC di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh kader memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai agar mampu menjalankan tugasnya secara optimal, mulai dari edukasi, pendampingan pasien, hingga deteksi dini kasus TBC,” ujarnya.
Selain menjadi pendamping minum obat bagi pasien TBC agar pengobatan berjalan tuntas, para Duta Assamaturu juga diharapkan aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan pengobatan penyakit tersebut. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mengurangi stigma terhadap penderita TBC.
Tidak hanya itu, kader dan petugas kesehatan juga didorong untuk melakukan skrining secara aktif di lingkungan masing-masing guna menemukan kasus sedini mungkin. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, risiko penularan dapat ditekan dan peluang kesembuhan pasien semakin tinggi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi inovasi “Assamaturu Bebas TBC”, sebuah proyek perubahan yang digagas dr. Nilal Fauziah dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. Program tersebut mengedepankan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah desa, kader, hingga masyarakat luas.
Dengan mengusung semangat gotong royong dan kepedulian bersama, Dinas Kesehatan Takalar optimistis target eliminasi TBC pada tahun 2030 bukan sekadar cita-cita, melainkan tujuan yang dapat diwujudkan bersama.
“Jika seluruh elemen bergerak bersama, maka Takalar yang sehat, kuat, dan bebas TBC insyaallah dapat kita capai,” tutupnya.
Pewarta, Syam

