Semarak Maudu Adaka di Balla Lompoa, Srikandi Balira Rawat Warisan Gowa dan Syiar Islam

Admin, Mitrasulsel.info
Agustus, 26 2026
Gowa#Mitrasulsel.info#Nuansa religius dan tradisi budaya Kerajaan Gowa berpadu dalam pelaksanaan Maudu Adaka Ri Gowa yang digelar Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa di Istana Balla Lompoa Ri Sungguminasa, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1447 H tersebut menjadi agenda tahunan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus menjaga kesinambungan tradisi masyarakat adat Gowa yang sarat dengan pesan keagamaan.
Prosesi diawali pembacaan kitab Barzanji, yang mengajak jamaah mengenang perjalanan dan keteladanan Rasulullah SAW. Rangkaian tersebut dilanjutkan dengan shalawat Nabi dan pembacaan kalam Ilahi sehingga suasana Balla Lompoa berlangsung penuh kekhidmatan.
Pembacaan Barzanji dipimpin tokoh agama setempat yang juga Imam Kelurahan Bonto Bontoa, Ustaz Mahyuddin S.Ag Dg. Gajang.
Ketua Panitia, Andi Ima Kesuma A. Tau, menjelaskan bahwa Maudu Adaka merupakan salah satu program kerja tahunan Komunitas Perempuan Kerajaan Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa.
Ia menilai kegiatan ini memiliki makna ganda, yakni memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menjadi ruang silaturahmi dan upaya mempertahankan nilai adat serta kehidupan religius masyarakat Gowa.
Ketua Umum Srikandi Balira, YM Andi Hikmawati Andi Kumala Idjo Patta Umba, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Maudu Adaka merupakan salah satu cara masyarakat adat Gowa menjaga warisan leluhur sekaligus meneruskan nilai-nilai Islam.
Ia menjelaskan bahwa sejarah masuknya Islam di Kerajaan Gowa tidak terlepas dari pendekatan yang menyatu dengan adat dan kebiasaan masyarakat. Semangat akulturasi tersebut terus dipelihara, termasuk melalui Maudu Adaka yang menggabungkan tradisi lokal dengan pesan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Hikmah Maulid kemudian disampaikan oleh Ustaz HM Natsir Suro.
Putra Mahkota Kerajaan Gowa, YM Andi Muhammad Imam Daeng Situju Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang Sultan Malikussaid II Batara Gowa III Raja Gowa XXXVIII, menyoroti nilai sejarah Balla Lompoa sebagai kediaman Raja Gowa secara turun-temurun.
Menurutnya, bangunan bersejarah tersebut juga memiliki ikatan khusus dengan keluarganya, termasuk kakeknya,Raja Gowa XXXVI Alm. Andi Idjo Karaeng Lalolang, yang merupakan Bupati pertama Kabupaten Gowa.
Dalam kesempatan itu, bacaan Surah Al-Fatihah juga diniatkan sebagai kiriman pahala bagi Baginda Rasulullah SAW, Tuanta Salamaka Syekh Yusuf Al Makassari, Kerajaan Gowa serta almarhum Andi Kumala Idjo, Raja Gowa XXXVIII.
Patta Imam, sapaan akrab Putra Mahkota, menyampaikan penghargaan kepada panitia dan seluruh pihak yang berkontribusi hingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan lancar.
Ia turut menjelaskan makna sejumlah sajian tradisional yang melengkapi kegiatan, seperti kaddo minynyak, pisang, songkolo dan telur. Sajian tersebut menjadi bagian penting dari tradisi sekaligus mengandung filosofi yang berkaitan dengan kehidupan Raja dan masyarakat adat serta harapan akan keberkahan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Dandim 1409 Gowa dalam hal ini Kasdim 1409 Gowa, para ustaz, tim Barzanji, sesepuh Kerajaan Gowa, Permaisuri Raja Gowa XXXVIII yang juga merupakan ibunda Putra Mahkota, Dewan Hadat Bate Salapang, pimpinan lembaga adat, pemerhati adat dan budaya, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh perempuan.
Di antara tokoh perempuan yang hadir yakni Hj. Rismawati Kadir Nyampa, ST., MH.
Acara berakhir setelah penyampaian hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW, dilanjutkan doa bersama dan sesi foto bersama.
Pelaksanaan Maudu Adaka tersebut kembali memperlihatkan upaya Srikandi Balira dalam menjaga tradisi yang diwariskan lintas generasi, sembari menjadikan peringatan Maulid sebagai momentum memperkuat syiar Islam dan persaudaraan di tengah masyarakat Gowa.(#)
Pewarta, Syam

