Kejari Takalar Ingatkan Warga Waspadai Penipuan Digital, Modus Telepon hingga AI Dibahas dalam Talkshow Takalar Menyapa
Admin,Mitrasulsel.info
April, 09 2026
Takalar#Mitrasulsel.info#Kejaksaan Negeri Takalar bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Takalar kembali mengedukasi masyarakat melalui program talkshow Takalar Menyapa dengan tema “Modus Penipuan Online” yang disiarkan langsung dari Studio Radio Suara Lipang Bajeng, Rabu (8/4/2026).
Program siaran publik tersebut dipandu host Hesty dan menghadirkan narasumber Median Suwardi, SH., M.H, Kepala Seksi pada Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Takalar, yang memaparkan berbagai bentuk penipuan digital yang kini semakin berkembang dan menyasar masyarakat melalui telepon, pesan singkat, hingga platform daring.
Dalam dialog interaktif itu, Median Suwardi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh tawaran yang terlihat menguntungkan tetapi tidak masuk akal.
“Warga harus semakin waspada terhadap berbagai bentuk penipuan, baik melalui media online maupun telepon dari pihak yang identitasnya tidak jelas. Pelaku biasanya memanfaatkan kelengahan korban,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ciri utama penipuan yang sering terjadi saat ini antara lain tawaran hadiah atau keuntungan besar secara instan, permintaan data pribadi seperti nomor rekening dan OTP, metode pembayaran yang mencurigakan, serta komunikasi mendadak dari pihak yang tidak dikenal.
Selain itu, masyarakat juga diimbau lebih teliti sebelum melakukan transaksi digital dengan memeriksa alamat situs web, menghindari tautan asing yang dikirim melalui SMS atau email, serta mencermati profil penjual di media sosial maupun marketplace.
Menurutnya, akun baru dengan sedikit pengikut, minim interaksi, dan tanpa rekam jejak jelas patut dicurigai sebagai bagian dari modus penipuan.
Untuk penipuan melalui telepon dan SMS, Median menekankan agar masyarakat tidak langsung percaya pada penelepon yang mengaku berasal dari instansi pemerintah, perbankan, atau lembaga resmi lainnya.
“Jika menerima telepon mencurigakan, segera akhiri percakapan dan lakukan verifikasi melalui saluran resmi instansi terkait,” tegasnya.
Dalam talkshow tersebut juga dibahas perkembangan terbaru modus penipuan berbasis teknologi, termasuk penggunaan deepfake voice atau tiruan suara berbasis kecerdasan buatan (AI), yang kini mulai digunakan pelaku untuk meniru suara keluarga, atasan, bahkan pejabat tertentu demi meyakinkan korban.
Menurut Median, perkembangan teknologi menuntut masyarakat memiliki literasi digital yang lebih kuat agar tidak mudah menjadi sasaran kejahatan siber.
Program Takalar Menyapa sendiri terus dihadirkan sebagai ruang edukasi publik untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu aktual, termasuk ancaman kejahatan digital yang kian kompleks di era teknologi saat ini.(#)
Editor,Syam

