“Butta Gowa Bersejarah dan Beradat”: Tokoh Adat Gowa Ajak Warga Tetap Tenang dan Hormati Proses Hukum
Admin, Mitrasulsel.info
Mei, 25 2026
Gowa#Mitrasulsel.info#Seruan menjaga kedamaian, persatuan, dan nilai-nilai adat kembali digaungkan di tengah berbagai polemik yang berkembang di Kabupaten Gowa. Tokoh adat Gowa, Andi Bau Malik Barammamase, mengajak seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh kepentingan segelintir pihak yang berpotensi memecah belah persaudaraan warga Butta Gowa.
Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya berbincang bersama sejumlah tokoh masyarakat dan pemerhati adat di salah satu warung kopi di kawasan Sungguminasa. Dalam suasana penuh keakraban, ia menegaskan pentingnya menjaga stabilitas daerah dan merawat nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Menurut Andi Bau Malik, masyarakat Gowa harus tetap mengedepankan nilai persaudaraan serta budaya “A’bulo Sibatangki” sebagai simbol persatuan di tengah dinamika politik dan berbagai isu yang berkembang saat ini. Ia menilai, semangat kebersamaan menjadi pondasi utama dalam menjaga keharmonisan sosial di Kabupaten Gowa.
“Gowa sebagai daerah bersejarah dan beradat memiliki nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga, terutama dalam menghadapi perbedaan pandangan maupun persoalan yang menjadi perhatian publik. Kita semua ingin Gowa tetap aman, damai, dan bermartabat,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa Kabupaten Gowa saat ini tengah menghadapi sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, mulai dari isu moralitas hingga polemik sejumlah program pemerintah, termasuk di sektor pendidikan. Namun demikian, ia berharap seluruh elemen masyarakat tetap menahan diri dan tidak memperkeruh keadaan.
Andi Bau Malik mengajak para tokoh masyarakat, pemerhati adat, tokoh pemuda, aktivis, hingga seluruh warga Gowa untuk tetap menjaga persaudaraan serta menghormati proses yang sedang berlangsung di DPRD Kabupaten Gowa. Menurutnya, setiap persoalan harus disikapi dengan bijak dan diserahkan kepada mekanisme hukum serta aturan yang berlaku.
“Saya memahami kondisi pemerintahan Butta Gowa saat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Namun apa pun persoalan yang ada, mari kita tetap menjaga persatuan sesama masyarakat Gowa. Hormati proses hukum dan penyelesaian yang sedang berjalan. Gowanu-Gowaku, Gowata, Rewako,” tegasnya.
Di akhir penyampaiannya, Ketua Majelis Pemangku Adat Tinggi Kerajaan Gowa tersebut berharap masyarakat tetap menjunjung tinggi budaya sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge sebagai warisan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Gowa sejak dahulu hingga sekarang.
Pewarta, Syam

