Festival Pesantren Takalar Resmi Dibuka, Daeng Manye Dorong Santri Jadi Generasi Unggul dan Berakhlak
Admin, Mitrasulsulsel
Oktober, 23 2026
Takalar#Mitrasulsel.info#Semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman mewarnai pembukaan Festival Pondok Pesantren se-Kabupaten Takalar 2026 yang dipusatkan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar, Kamis malam (22/10/2026).
Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, M.M., secara resmi membuka kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional 2026 tersebut. Festival ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Oktober 2026.
Pembukaan festival dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar, pimpinan pondok pesantren, serta para santri dan santriwati dari berbagai pesantren di Takalar.
Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, festival ini melibatkan 24 pondok pesantren sebagai ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan potensi, kreativitas, dan prestasi para santri kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Daeng Manye menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan pendidikan keagamaan. Menurutnya, pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan karakter kebangsaan yang kuat.
Ia menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk memperkuat hubungan antara pemerintah daerah, pengelola pesantren, tokoh agama, santri, dan masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu membuka ruang yang lebih luas bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan serta mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Daeng Manye juga berharap terjalin sinergi yang berkelanjutan antara pemerintah, lembaga pendidikan pesantren, dan masyarakat guna menciptakan generasi muda Takalar yang berkarakter, kreatif, dan mampu bersaing menghadapi perkembangan zaman.
Melalui beragam kegiatan seni dan kreativitas, para santri diberi kesempatan untuk membuktikan bahwa pendidikan agama dapat berjalan beriringan dengan inovasi, keterampilan, dan kemajuan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Selama tiga hari pelaksanaan, festival ini menghadirkan lima agenda utama, yakni Apel Santri, Pawai Santri, Pameran Potensi Pesantren, Pagelaran Seni Santri, dan Seminar Kepesantrenan.
Pemerintah Kabupaten Takalar berharap festival tersebut menjadi ruang inspirasi bagi generasi muda sekaligus memperkuat peran pesantren dalam membangun masyarakat yang religius, berpendidikan, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.(#)
Pewarta, Syam

