Semangat “OPPOKI!” Menggema di Polsel, Bupati Daeng Manye Tandai Dimulainya Pembangunan Irigasi untuk Perkuat Ketahanan Pangan Takalar
Admin, Mitrasulsel.info
Juli, 22 2026
Takalar#Mitrasulsel.info# Semangat kebersamaan dan optimisme mewarnai dimulainya pembangunan infrastruktur pertanian di Kelurahan Bontokadatto, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Rabu (22/7/2026). Usai prosesi peletakan batu pertama, masyarakat dan kelompok tani secara kompak meneriakkan yel-yel “OPPOKI!” sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan yang diharapkan membawa manfaat besar bagi sektor pertanian.
Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM, didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Takalar Parawansa, Plt Camat Polongbangkeng Selatan Ayatullah Rawatib, unsur Forkopimca, para lurah se-Kecamatan Polongbangkeng Selatan, kelompok tani, serta tokoh masyarakat.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Takalar, Parawansa, mengungkapkan bahwa sektor pertanian Takalar terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Produksi padi yang pada tahun 2024 tercatat sebesar 115.600 ton, meningkat menjadi 137.019 ton pada tahun 2025 atau tumbuh sekitar 18,52 persen.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya pemerintah dalam memperkuat sarana dan prasarana pertanian, termasuk pembangunan jaringan irigasi yang menjadi penopang utama produktivitas lahan.
“Ketersediaan air yang memadai menjadi faktor penting dalam meningkatkan hasil panen. Karena itu, pembangunan infrastruktur pertanian terus menjadi perhatian agar produktivitas petani dapat terus meningkat,” ujarnya.
Parawansa menjelaskan, melalui dukungan APBN Tahun Anggaran 2026, Kecamatan Polongbangkeng Selatan memperoleh alokasi pembangunan 50 titik Irigasi Perpompaan (Irpom), 47 titik Irigasi Tersier (Pilter), serta satu titik jalan tani. Setiap titik irigasi tersier memiliki panjang sekitar 300 meter dan dirancang untuk mendukung pengairan lahan pertanian secara optimal.
Secara keseluruhan di Kabupaten Takalar, pembangunan infrastruktur tersebut mencakup 122 titik Irpom dan 81 titik Pilter, sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian daerah.
Sementara itu, Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menegaskan bahwa pembangunan irigasi bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Pemerintah ingin setiap pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Infrastruktur pertanian harus mampu meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat hasil panen, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan para petani,” tutur Bupati.
Ia juga mengajak seluruh kelompok tani dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga serta merawat fasilitas yang dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kita bangun bersama, maka mari kita jaga bersama. Dengan pemeliharaan yang baik, infrastruktur ini akan terus memberikan manfaat bagi generasi petani berikutnya,” pesannya.
Suasana penuh semangat semakin terasa ketika masyarakat yang hadir serempak meneriakkan “OPPOKI!” usai prosesi peletakan batu pertama. Yel-yel tersebut menjadi simbol kebersamaan, optimisme, dan dukungan masyarakat terhadap pembangunan pertanian yang tengah digencarkan Pemerintah Kabupaten Takalar.
Melalui pembangunan jaringan Irpom, Pilter, dan jalan tani yang didukung pemerintah pusat, diharapkan ketersediaan air irigasi semakin terjamin, produktivitas pertanian terus meningkat, dan kesejahteraan petani Takalar semakin baik.(#)
Pewarta, Syam


