Silat Lagaruda Malabbiritta Warnai Milad Perdana Kiwal Garuda Hitam Gowa, Semangat Budaya dan Persaudaraan Kian Mengakar
Admin, Mitrasulsel.info
Juni, 14 2026
Gowa#Mitrasulsel.info#Perayaan Anniversary ke-1 Kiwal Garuda Hitam Gowa di Pelataran Benteng Somba Opu berlangsung meriah dan sarat makna. Momen bersejarah tersebut semakin istimewa dengan penampilan atraksi Silat Lagaruda Malabbiritta yang memukau para tamu undangan dan masyarakat yang hadir.
Di bawah komando Tumalabbiritta Takbirarul Ihkram atau yang akrab disapa Tetta Mannadring, seni bela diri tradisional ini tampil tidak sekadar sebagai pertunjukan, tetapi juga sebagai wujud nyata upaya menjaga dan mewariskan nilai-nilai budaya leluhur kepada generasi penerus.
Tetta Mannadring dikenal sebagai tokoh seni bela diri yang telah puluhan tahun mendedikasikan dirinya dalam pelestarian budaya dan pengembangan ilmu silat di tengah masyarakat. Jurus Lagaruda yang ditampilkan merupakan hasil ciptaannya sendiri dan menjadi identitas khas perguruan yang dipimpinnya.
Menurut Tetta Mannadring, bergabung dengan Kiwal Garuda Hitam Gowa sekitar satu tahun lalu telah membuka ruang persaudaraan yang semakin luas. Ia mengaku menemukan keluarga baru yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan silaturahmi.
“Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT. Di Kiwal Garuda Hitam Gowa, saya mendapatkan banyak sahabat dan persaudaraan yang erat. Berkat ajakan Ketua Kiwal Gowa, Tumalabbiritta Bapak Rapiuddin Maddo Daeng Opa, serta dukungan keluarga dan teman-teman, saya akhirnya bergabung dan berkomitmen untuk bersama-sama membesarkan organisasi ini,” ungkapnya.
Putra asli Kampung Mappala, Kelurahan Pangkabinanga, Kecamatan Pallangga itu juga menegaskan tekadnya untuk terus mengembangkan bidang seni dan budaya di tubuh Kiwal Garuda Hitam Gowa.
“Melalui seni budaya dan silat tradisional yang kita miliki, saya ingin ikut menjaga, mengharumkan, dan membesarkan nama Kiwal Garuda Hitam Gowa,” tegasnya.
Perayaan Milad Perdana Kiwal Garuda Hitam Gowa pun menjadi lebih dari sekadar seremoni ulang tahun organisasi. Momentum tersebut menjelma menjadi ruang silaturahmi, penguatan persaudaraan, sekaligus panggung pelestarian budaya lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Gowa dan Sulawesi Selatan.(#)
Pewarta, Syam

