Ceramah Takziyah di Pulau Kodingareng, Ustadz Udin Sangkala: Kematian Cukup Menjadi Pengingat untuk Selalu Bertakwa
Admin,Mitrasulsel.info
April, 04 2026
Makassar#Mitrasulsel.info#Al Ustadz Udin Sangkala menyampaikan tausiyah takziyah pada Jumat malam, 3 April 2026, di Pulau Kodingareng, terkait makna kematian sebagai pengingat bagi setiap manusia untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Udin Sangkala mengajak seluruh jamaah serta masyarakat Kelurahan Kodingareng, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, agar menjadikan kehadiran dalam takziyah bukan sekadar bentuk belasungkawa, tetapi juga sebagai sarana saling menguatkan dan menghibur keluarga yang ditinggalkan.
Takziyah tersebut dilaksanakan di rumah duka almarhumah Adriwati, yang akrab disapa Bu Nona, yang wafat pada usia sekitar 50 tahun karena sakit. Dalam doanya, Ustadz Udin memohon agar almarhumah diampuni segala dosanya, dilapangkan kuburnya, serta dijadikan kuburnya sebagai taman dari taman surga.
“Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni segala dosa almarhumah, melapangkan kuburnya, dan menjadikannya taman dari taman surga,” ujar Ustadz Udin Sangkala.
Kegiatan takziyah tersebut turut dihadiri para Ketua RT, RW 3, tokoh masyarakat, serta tokoh agama setempat. Dalam pesan keagamaannya, Ustadz Udin menegaskan bahwa setiap manusia yang masih diberi kehidupan harus menyiapkan bekal terbaik untuk menghadapi kematian.
Menurutnya, bekal utama itu adalah amalan-amalan sederhana namun bernilai besar di sisi Allah, seperti shalat, syukur, sedekah, silaturahmi, dan kesabaran.
“Kita yang masih hidup perlu membekali diri dengan amal sebagai persiapan menghadapi kematian, di antaranya shalat, syukur, sedekah, silaturahmi, dan sabar,” tuturnya.
Saat dihubungi awak media melalui WhatsApp, Ustadz Udin Sangkala juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah kelurahan setempat, khususnya kepada Lurah Haji Syahrir, serta seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat yang telah hadir dan menjaga semangat kebersamaan dalam suasana duka.
“Syukron jazakumullahu khairan katsira kepada Pemerintah Kelurahan Kodingareng, khususnya Pak Lurah Haji Syahrir, serta seluruh tokoh agama dan tokoh masyarakat. Semoga kita semua menjadi hamba yang bertakwa dan menjadikan kematian sebagai pengingat untuk mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat,” ujar Ustadz Udin Sangkala.
Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Kodingareng, Rijal, menyampaikan apresiasi atas tausiyah yang diberikan. Ia menilai pesan keagamaan tersebut menjadi ibrah berharga bagi masyarakat setempat.
“Kami mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih atas kehadiran Pak Ustadz. Tausiyah ini menjadi pelajaran berharga bagi kami semua agar senantiasa mengingat kematian dan mendekatkan diri kepada Allah,” ujar Daeng Rijal.(#)
Editor, Syam

