Edukasi dan Terapi Relaksasi untuk Lansia: Kegiatan PKL Mahasiswa Profesi Ners STIKES Gunung Sari di Kelurahan Batangkaluku
Admin, mitrasulsel.info
Januari, 17 2026
Gowa#Mitrasulsel.info#Asriadi,S.Kep, Ns, M.Kep bersama mahasiswa Profesi Ners Stikes Gunung Sari dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan memberikan terapi Non Farmakologis Kepada Lansia dan Keluarga di RW 05 Kelurahan Batangkaluku Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa.
Upaya peningkatan kualitas hidup lansia dengan penyakit hipertensi terus dilakukan melalui pendekatan promotif dan preventif berbasis keluarga. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui pemberian Terapi Non Farmakologis berupa Relaksasi Otot Progresif (Progressive Muscle Relaxation/PMR) dan Slow Stroke Back Massage (SSBM) kepada lansia dan anggota keluarga pendamping.
Kegiatan ini bertujuan untuk membantu lansia mengelola hipertensi secara mandiri, menurunkan ketegangan fisik dan psikologis, serta meningkatkan peran keluarga dalam perawatan sehari-hari. Terapi non farmakologis dipilih karena aman, mudah dilakukan di rumah, serta dapat menjadi pelengkap terapi medis yang telah dijalani lansia.
Relaksasi Otot Progresif diberikan dengan teknik menegangkan dan melemaskan kelompok otot secara bertahap, sehingga membantu menurunkan stres, kecemasan, dan tekanan darah. Sementara itu, Slow Stroke Back Massage dilakukan dengan usapan lembut dan teratur pada punggung untuk memberikan efek relaksasi, meningkatkan kenyamanan, serta memperbaiki kualitas tidur lansia.
Selain pemberian terapi, kegiatan ini juga disertai dengan edukasi kesehatan kepada keluarga mengenai pengelolaan hipertensi, pentingnya kepatuhan pengobatan, pola hidup sehat, serta peran keluarga sebagai pendamping utama lansia. Melalui edukasi ini, keluarga diharapkan mampu menerapkan terapi secara berkelanjutan dan mandiri di rumah.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lansia merasa lebih rileks, nyaman, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik setelah mendapatkan terapi. Keluarga juga menjadi lebih percaya diri dan terlibat aktif dalam perawatan lansia, khususnya dalam pengelolaan penyakit hipertensi secara non farmakologis.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta kemandirian lansia dan keluarga dalam menjaga kesehatan, mengendalikan tekanan darah, serta mencegah komplikasi hipertensi.
Pendekatan berbasis keluarga dan terapi non farmakologis ini diharapkan dapat menjadi model intervensi sederhana namun efektif dalam pelayanan kesehatan lansia di masyarakat.Ujarnya
Editor: Asriadi

