UIN Alauddin Evaluasi Riset Peternakan Modern di Takalar, Siapkan Model Ketahanan Pangan Masa Depan
Admin,Mitrasulsel.info
Oktober, 30 2026
Takalar#Mitrasulsel.info#Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus didorong melalui inovasi di bidang peternakan. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Alauddin Makassar melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap riset bioteknologi reproduksi ternak di Kabupaten Takalar, 28–29 Oktober 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Kampung Beru dan Kelurahan Parangluara, Kecamatan Polongbangkeng Utara, ini merupakan bagian dari evaluasi penelitian yang memperoleh pendanaan Program Bantuan Penelitian Mora The Air Funds Tahun 2025.
Penelitian bertajuk Bioteknologi Reproduksi Berbasis Precision Livestock Farming untuk Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045 tersebut dipimpin Prof. Dr. Ir. Muhammad Basir Paly, M.S., bersama tim peneliti lintas disiplin dan berkolaborasi dengan IPB University.
Tim monev LP2M UIN Alauddin Makassar yang terdiri atas Dr. Hasbi Ibrahim, SKM., M.Kes., Haruddin, S.I.P., M.IP., dan Widya Pusvita Nur, S.Kom., melakukan penilaian terhadap kemajuan penelitian, capaian luaran, pengelolaan anggaran, inovasi, serta kelengkapan administrasi dan dokumentasi.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelaksanaan penelitian berjalan sesuai proposal. Tim peneliti juga telah menghasilkan sejumlah luaran berupa artikel, buku, dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Sementara itu, realisasi penggunaan anggaran telah mencapai 70 persen dari total dana sebesar Rp1 miliar, dengan penggunaan yang dilaporkan sesuai rencana anggaran.
Riset ini menggabungkan bioteknologi reproduksi dengan pendekatan *precision livestock farming*, yaitu pemanfaatan teknologi dan pengolahan data untuk membantu meningkatkan efisiensi reproduksi serta produktivitas ternak.
Melalui penerapan teknologi tersebut, penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan model pengembangan peternakan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Hasilnya juga berpotensi mendukung ketersediaan protein hewani sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Kolaborasi keilmuan yang melibatkan bidang peternakan, informatika, dan instrumentasi dinilai menjadi salah satu kekuatan penelitian dalam menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan.
Tim monev merekomendasikan agar peneliti menuntaskan seluruh tahapan8 kegiatan, mengoptimalkan penggunaan sisa anggaran sesuai rencana, serta meningkatkan capaian publikasi dan HKI. Hasil penelitian juga diharapkan dapat disebarluaskan kepada para pemangku kepentingan agar manfaatnya berkelanjutan dan berpeluang diterapkan di daerah lain.
Melalui evaluasi ini, LP2M UIN Alauddin Makassar menegaskan pentingnya penelitian yang tidak hanya memenuhi target akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Inovasi peternakan berbasis teknologi di Takalar diharapkan menjadi salah satu langkah menuju sistem pangan yang lebih kuat, produktif, dan berkelanjutan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.(#)
Pewarta, Syam

