GOWA – Suasana religius menyelimuti Masjid Haji Jamaluddin, Kompleks BTN Saumata Indah, Kabupaten Gowa, pada pelaksanaan salat tarawih malam ini. Kehadiran sosok santri muda dari Pondok Pesantren DDI ABRAD Makassar, Al Furqan, menjadi pusat perhatian jemaah saat ia naik ke mimbar untuk memberikan tausiyah.
Dalam ceramah singkat namun padat tersebut, Al Furqan mengangkat tema sentral mengenai Keutamaan Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Ia menekankan bahwa Ramadan tahun ini harus menjadi titik balik bagi setiap muslim untuk memperbaharui iman dan meningkatkan kualitas ibadah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Al Furqan menjelaskan bahwa Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga dari fajar hingga matahari terbenam. Lebih dari itu, ia memaparkan bahwa bulan suci ini adalah momentum transformasi spiritual yang dirancang untuk membentuk pribadi yang bertakwa sesuai janji Allah SWT dalam Al-Qur’an.
Poin utama yang disampaikan dalam ceramahnya adalah mengenai keberkahan yang berlipat ganda di bulan 1447 Hijriah ini. Al Furqan mengingatkan jemaah bahwa setiap amalan kecil, mulai dari senyuman hingga sedekah, akan dicatat sebagai pahala yang besar di sisi-Nya, terutama saat dilakukan dengan penuh keikhlasan.
Selain itu, ia juga menyinggung pentingnya menjaga lisan dan hati selama menjalankan ibadah puasa. Menurutnya, kesempurnaan puasa seseorang sangat bergantung pada sejauh mana ia mampu mengendalikan diri dari perbuatan yang sia-sia dan merugikan orang lain di sekitarnya.
Kehadiran Al Furqan sebagai perwakilan dari santri Pondok Pesantren DDI ABRAD Makassar ini mendapat apresiasi tinggi dari para jemaah. Hal ini menunjukkan bahwa kaderisasi pendakwah dari kalangan pesantren berjalan dengan baik dan mampu memberikan warna positif bagi masyarakat luas.
Di barisan jemaah, tampak hadir Ketua RW setempat, Syafruddin, yang menyimak dengan saksama setiap poin tausiyah yang disampaikan. Kehadiran tokoh masyarakat ini memberikan dukungan moril bagi para pemuda dan santri untuk terus berkontribusi dalam kegiatan keagamaan di lingkungan kompleks.
Suasana semakin khidmat dengan hadirnya Imam Masjid Haji Jamaluddin bersama salah seorang Professor dari Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM). Kehadiran tokoh akademisi dan tokoh agama ini menambah bobot kekhusyukan malam tarawih, sekaligus menunjukkan dukungan terhadap syiar Islam yang dibawakan oleh generasi muda.
Jemaah Kompleks BTN Saumata Indah yang hadir pun memenuhi area masjid, mulai dari orang tua hingga anak muda. Mereka tampak khusyuk mengikuti rangkaian ibadah, di mana ceramah tersebut menjadi suplemen rohani yang mencerahkan sebelum melanjutkan salat tarawih dan witir secara berjemaah.

